Tampilkan postingan dengan label PUISI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PUISI. Tampilkan semua postingan

Selasa, 23 Agustus 2011

INGATAN

satu kisah yang hadir menggantikan suatu kenangan
satu kekosongan telah terisi dengan sebuah jawaban
waktu yang hadir, pergi dan kembali seakan
menjadikan hidup ini indah
hadir saat matahari terbit
ada dan
indah saat matahari tenggelam
dan bahagia saat malam tiba
setetes air di wajahmu
menampilkan indahnya malam
kicauan burung bernyanyi
walau ujungnya pertanyaan
untaian kata yang indah
menanti kebahagiaan
saat beranjak tua
waktu itu sahabat
waktu itu kendala
waktu juga sebuah teka – teki
waktu juga sebuah kejutan
maka bersahabatlah dengan waktu
dan kamu akan menemui sebuah jawaban

GELANG HATI

alunan kisahku mengalir begitu deras, memaksa lirih perih tak bertepi..
syahdu aku seperti dulu, kini mulai tak terdengar.. entah terbawa arus kenistaan yg bergumul, atau mungkin mati terkikis pasir-pasir yang menderu.
titik embun mulai mengering tidak lagi patut untuk dipuja..
hmm.. apakah aku tidak lagi seperti itu?
begitu aku, kaku, rapuh, bias bayang malam pun berputar pagi, terperangkap terlalu dalam, terhanyut seperti sampan tak bertuan.. hendak kemana aku ini?
mata yang mulai lelah, hati yang mulai membusuk,
sanggupkah gelang patah ini kutemukan?
Sanggupkahgelang patah ini ku jadikan permata, kujadikan bunga, kujadikan apa saja yang bisa menyelimuti helai syair yang ku rajut..
Perlahan iba menghangatkan tubuhku… membakar cemburu… mengoyak amarahku…